Rabu, 25 Mei 2016

Trek Cisadon - Rawa Gede Sungguh Diluar Dugaan

Rawa Gede


Trek Cisadon - Rawa Gede, sungguh diluar dugaan

tikum dari Km0 Sentul pada pukul 7.00 wib walaupun jadinya telat dikit (makan minum bedoa - pas 7.42 berangkat). 1 rombongan kami terdiri dari 10 orang yaitu Om Jarwo (marshal), Om Olly, Abah Kewoy (Om Basuki), Om Eko, Om Faisal, Om Nyoman, Om Cris, Om Pram (Samson), Saya, satu lagi lupa saya namanya Om siapa. :D

Km 0



Trek ke cisadon yang biasa dilalui masih bisa 70-80% gowes, tpi kali ini, jalan yang biasanya bisa digowes tetapi hancur, dan hanya bisa di tuntun, jadilah 50 : 50, gowes ttb. Itu dikarenakan biker motortrail sering melewati jalan tersebut.

Sampai cisadon sekitar 10.43, tak disangka, cepat sekali, biasanya paling cepat jam 13.00. "owh klo gini mungkin sampai rumah jam 5 atau 6 sore, waktu itu aja lewat paseban jam 7 malam.." pikir saya mencoba mengestimasikan.

Cisadon

selepas bercengkrama, isoma, dan foto-foto, kami melanjutkan perjalan pada pukul 13.00 kurang atau lebih dikit. Tetapi kali ini hujan turun gerimis, sebelumnya agak gerimis besar.
"Alhamdulillah, sesuai harapan doa, ga panas " :D

jalan menuju rawa gede setelah pendakian kali ini berkabut, sangat tebal, sehingga kami tidak melakukan perjalanan seperti sebelumnya (dari km0 ke cisadon, jarak antara 1 goweser dengan lainnya berjauhan sempat sampai tidak terlihat dibelakangnya namun ada yg berdekatan juga.
kami dalam rombongan membentuk 1 barisan terdiri dari 10 orang, masing-masing hanya berjarak 1-2 meter saja, karena sanking tebalnya kabut, karena kuatir ada yang terpisah dan ternyata - belum ada yang pernah ke trek rawa gede sebelumnya!! :D :D :D - Hanya mengandalkan gps.

jalan menuju rawa gede ini hampir tidak bisa digowes sampai menemukan jalan berbatu karena aslinya jalan setapak untuk pendakian hiking, jadilah ttb sekali-kali panggul sepeda - angkat2 dikit - sambil hujan gerimis trus berjalan, sampai akhirnya menjumpai jalan sudah dibatu walopun belum rata - mc adam - menurun, asiik. Kabut pun berkurang.

Jalan menuju Rawa Gede

Jalan menuju Rawa Gede

Jalan menuju rawa Gede
Kabut Tebal menuju Rawa Gede

berpikir bahwa sudah akan sampai tujuan ke rawa gede, ternyata masih panjang menuju rawa gede. sekitar pukul 16.00 kami sampai di rawa gede.
terbayarkan sudah keindahan rawa gede berlatar perbukitan berundak dan bersambung, disebelah kanannya seperti bekas longsor karena ada curug atau galian pasir.

setelah beristirahat, ngobrol, ngemil dan foto-foto (kurang lebih hanya 15 menit, karena perjalan katanya amsih jauh) kami melanjutkan perjalan pulang.

Rawa Gede


Ini yang saya sebut petualangan kedua. Karena diluar dugaan, jalan pulang masih jauh.
awal berangkat dari rawa gede kami disambut jalan berbatu dan jalan semen licin. Beberapa kali anggota goweser terjatuh karena licinnya jalan semen dan berbatu, dikarenakan hujan gerimis, dan semakin besar.
akhirnya, diujung jalan berbatu adalah jalan alternatif Cipanas "apa cipanas ? ini saya ada dimana yah ?"

Warung dipinggir jalan Alternatif Cipanas

Iya, itu jalan alternatif menuju cipanas, begitu kata Om Cris salah satu goweser yang ikut rombongan, sambung Om lainnya (lupa saya namanya) -"iya itu bisa ke cipanas, atau kata lainnya puncak 2"-.
Kami beristirahat di ujung jalan berbatu tsb, disebuah warung yang menjual makanan dan bensin (kalau tidak salah ingat), sambil menunggu lainnya.

Setelah semua komplit, maka kami berangkat. Jalanan aspal, "udah enak ini, tinggal gowes dikit, turunan lagi" pikir sya waktu itu.

Ternyata oh ternyata, jalan berliku dan naik turun, trus gowes, masih jauh, sampai pertigaan arah Jonggol dan dan Citeureup/Sentul sekitar jam 6 kurang, lalu ambil kiri yang arah citeureup/Sentul.

Dari pertigaan itu, jalan mulai menanjak, selesai tanjakan ada jalan landai dilanjutkan tanjakan berikutnya, terus begitu sampai beberapa kali. Saat itu kondisi team beberapa orang sudah tidak fit, bahkan ada yang sempat terjatuh dan lecet-lecet. Lalu bertemu pertigaan yang mana, jika lewat kiri lebih banyak jalan menurun (jalur citeureup) lalu sampai sentul, satu lagi jika lewat kanan banyak tanjakan lagi dan turunan terjal (jalur Sentul). Hasil rembukan tim memilih jalan lewat Citeureup walau pun bagi saya dan beberapa temen, jalur itu jadi lebih jauh untuk mencapai Sentul. Karena kondisinya beberapa anggta rombongan sudah tidak kuat di tanjakan, bahkan ada yang mengaku ttb saat di tanjakan. Saya ngikut saja. :D :D
Kecuali satu orang, Om Cris dia memilih lewat jalur sentul. "Edan, pikir saya"

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur citeureup, jalan menurun, tapi landai, pas sekali, karena saat itu sudah diatas jam 6 sore, gelap, kami menggunakan lampu. Namun rem belakang saya dan om Nyoman sudah habis kampasnya. Tidak cepat, gelap dan tanpa rem belakang, sangat berhati-hati.
Disini jalan masih jauh, sekitar sejam gowes menurun, akhirnya kami sampai pertigaan arah citeureup dan arah sentul via Hambalang.
Omegot, saya harus lewat Hambalang ? ya karena beberapa orang rumahnya bisa melalui citeureup, jika saya lewat citeureup, berarti putar lebih jauh lagi.
Akhirnya saya dan Om Nyoman serta Om Ully pulang lewat arah Hambalang (Om Olly sebenarnya daerah citeureup juga tetapi karena mobilnya diparkir di Bakmi Golek Sentul, jadi ya harus kesana dulu untuk ambil mobil).

Jalan menuju Hambalang ini menanjak. Tidak sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya, terus menurun sampai sentul. Perut sudah tidak bisa diajak kompromi, terus bernyanyi keroncong.
Ternyata Om Olly dan Om Nyoman juga mengalami hal yang sama. Maka kami pun mencari warung makan. sepanjang jalan tanjakan itu tidak terdapat satu pun warung makan kecuali satu warung soto. Ya sudah tidak apa-apa, makan nasi juga. Sikat, saking letih, lapar, haus, soto pun berasa paling enak sedunia. Hap-hap, 2 piring nasi habis dalam sekejap. Alhamdulillah, nikmat tiada tara.

kami beristirahat sekitar setengah jam, waktu sudah menujukkan sekitar pukul 20.00 Wib. Masih menanjak, namun kami tidak terus ke arah komplek olahraga Hambalang, namun berbelok ke kanan arah Pusat Pelatihan Militer - biasanya di sebut PBB- jalan menurun panjang, ngebut, tanpa rem belakang, namun jalanan terang oleh lampu jalan dan jalan cor rata, halus.
terus menurun, sampai menjumpai sedikit tanjakan lalu ambil kiri arah Sentul.
Dan pulang lewat Jalan Raya Bogor menuju Dramaga sampai rumah kira-kira lebih kurang pukul 22.00.

total rute lebih kurang 100km, dengan ketinggian 1320 mdpl. Sungguh klimaks untuk trip sehari semalam bagi kami.